Ini Info Kesehatan

Terlengkap Berita Seputar Kesehatan Dan Tips Hidup Sehat
5 Penyebab Tinja Bayi Berdarah

5 Penyebab Tinja Bayi Berdarah

Warna tinja bayi dapat menggambarkan kondisi kesehatannya. Karena itu, Anda perlu memperhatikannya. Bayi yang sehat biasanya mengeluarkan tinja berwarna kuning tua atau kuning muda.

Jangan terburu-buru panik, tinja bayi bisa menjadi merah karena makanan atau minuman yang mereka konsumsi. Namun, cobalah untuk melihat lagi dan pastikan lagi. Apakah warnanya memerah, atau benarkah ada darah di tinja bayi?

Jika setelah diperiksa, warna merah di tinja adalah darah, segera cari tahu penyebabnya. Dengan begitu, Anda bisa langsung menemukan solusinya.

5 Penyebab Tinja Bayi Berdarah
5 Penyebab Tinja Bayi Berdarah

Penyebab-penyebab berikut:

1. Anus fisura

Darah dalam tinja bayi dapat disebabkan oleh anus, yang merupakan luka robek di mukosa dubur. Beberapa ahli percaya bahwa diet khusus untuk ASI untuk bayi menyebabkan tinja lebih encer yang menyebabkan mukosa dubur pada bayi menjadi lebih sensitif.

Selain itu, konstipasi pada bayi juga dapat menyebabkan darah pada tinja bayi karena peregangan otot sfingter anus yang berlebihan sehingga bayi mengalami kesulitan buang air besar. Tidak hanya itu, bentuk feses yang keras juga dapat memperburuk fisura anal yang dialami bayi Anda.

2. Infeksi

Sejumlah infeksi saluran pencernaan menyebabkan darah dalam kotoran bayi. Jika darah disertai dengan gejala diare, itu bisa disebabkan oleh infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri seperti shigella, salmonella, atau campylobacter.

Selain itu, bakteri streptokokus juga dapat menginfeksi kulit di sekitar saluran anal, menyebabkan darah muncul di tinja bayi. Tetapi kadang-kadang, diare yang disebabkan oleh infeksi membuat tinja bayi menjadi hijau dengan noda darah.

3. Kolitis

Kolitis adalah radang selaput usus besar. Pada bayi, kondisi ini disebut kolitis ulserativa pediatrik. Meski tidak menyakitkan, kondisi ini dapat menyebabkan bercak darah pada tinja bayi. Belum diketahui secara pasti, apa yang menyebabkan penyakit, tetapi genetika dari keluarga biasanya merupakan faktor utama.

4. Penyakit Crohn

Penyakit ini hampir identik dengan kolitis. Yang membedakan mereka adalah fisiologi dan patologi mereka. Sama seperti radang usus, tidak ada penjelasan yang jelas untuk penyebab kondisi ini. Tetapi kemungkinan besar disebabkan oleh mutasi genetik. Jika Anda memiliki keluarga yang didiagnosis menderita penyakit Crohn, kemungkinan penyakit ini menyerang bayi Anda cukup besar.

5. Alergi

Alergi makanan juga dapat menyebabkan darah dalam tinja bayi, bahkan disertai lendir. Beberapa bayi dapat mengalami alergi terhadap susu sapi dan gandum yang menyebabkan darah di tinja bayi. Alergi makanan dapat menyebabkan kondisi seperti alergi kolitis dan sindrom enterokolitis.

Kedua hal ini disebabkan oleh reaksi alergi terhadap protein dalam makanan. Dalam kondisi ini, bayi bahkan bisa mengalami muntah dan diare disertai darah.

Leave a Reply