Ini Info Kesehatan

Terlengkap Berita Seputar Kesehatan Dan Tips Hidup Sehat
6 Makanan Ini Melindungi Kulit dari Efek Merusak Sinar Matahari

6 Makanan Ini Melindungi Kulit dari Efek Merusak Sinar Matahari

Sinar matahari sebenarnya baik untuk kesehatan tubuh. Mencuci matahari di pagi hari dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D setiap hari. Meski begitu, sinar matahari juga memiliki efek negatif pada kulit. Terutama sinar ultra violet A dan B yang dapat merusak sel-sel kulit.

Ada banyak cara untuk melindungi kulit dari efek merusak ini. Cara utama dan wajib adalah menggunakan tabir surya. Maka sempurna dengan konsumsi makanan yang mengandung nutrisi pelindung kulit. Berikut adalah beberapa hal yang kami rangkum dari situs kesehatan dan kecantikan beserta ulasannya:

6 Makanan Ini Melindungi Kulit dari Efek Merusak Sinar Matahari
6 Makanan Ini Melindungi Kulit dari Efek Merusak Sinar Matahari

1. Blueberry

Buah beri kaya akan antioksidan kuat yang dapat melawan radikal bebas yang merusak kulit, terutama yang disebabkan oleh stres dan paparan sinar matahari. Antioksidan yang terkandung dalam blueberry liar bahkan lebih kuat. Blueberry juga bisa menjadi sumber vitamin C yang baik. Vitamin ini memiliki peran untuk mencegah munculnya keriput yang disebabkan oleh kerusakan sel akibat UV A dan UV B.

2. Semangka

Tomat diketahui mengandung likopen yang bertanggung jawab untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun ternyata semangka mengandung jauh lebih banyak likopen. Likopen menyerap radiasi UV A dan UV B, meskipun efeknya tidak sama konstan dengan tabir surya. Anda juga masih membutuhkan perlindungan SPF dari luar. Tetapi konsumsi semangka secara teratur terbukti mengurangi risiko penuaan dini akibat paparan sinar matahari.

3. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Kacang kenari, biji chia dan biji rami semuanya mengandung asam lemak esensial omega-3. Ikan dan telur juga merupakan sumber penting asam lemak untuk kesehatan kulit. Tubuh kita tidak dapat membuat omega-3, jadi penting bagi kita untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ini dari makanan kita.

Omega-3 membantu menjaga ketahanan kulit dan mencegah peradangan. Omega-3 juga membantu tubuh untuk melawan efek merusak yang disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berkepanjangan.

4. Wortel dan Sayuran Hijau

Tubuh kita mengubah beta karoten menjadi vitamin A yang sangat penting bagi kesehatan kulit. Sebuah meta-analisis pada 2007 menemukan bukti bahwa beta karoten dapat memberikan perlindungan alami terhadap sengatan matahari setelah mengonsumsi suplemen nutrisi ini selama 10 minggu berturut-turut.

Wortel dan sayuran hijau seperti kangkung dan bayam adalah sumber beta karoten yang baik untuk konsumsi sehari-hari. Sayuran hijau juga kaya antioksidan lutein dan zeaxanthin. Keduanya dipercaya melindungi kulit dari keriput, kerusakan akibat sinar matahari, dan bahkan kanker kulit.

5. Teh hijau

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus pada 2010, para peneliti menemukan bukti bahwa konsumsi teh hijau mengurangi risiko tumor yang disebabkan oleh sinar UV. Ini disebabkan oleh flavanol dalam teh hijau dan hitam yang dikenal sebagai EGCG.

Studi yang dilakukan pada hewan lain menunjukkan bahwa teh hijau dapat mengurangi risiko kerusakan kulit akibat sinar UVA. Teh hijau juga dapat melindungi kulit dari penurunan kadar kolagen. Perlu diingat, kolagen adalah protein penting yang berperan dalam menjaga elastisitas kulit.

6. Kembang kol

Meskipun warnanya pucat, kembang kol ternyata mengandung antioksidan kuat yang dapat membantu melawan stres oksidatif dari radikal bebas. Selain itu, kembang kol juga mengandung nutrisi pelindung kulit dari sinar matahari, yaitu histidin. Asam alfa-amino ini merangsang produksi asam urocanic yang menyerap radiasi UV.

Demikian informasi singkat tentang bahan makanan yang mengandung nutrisi pelindung kulit dari sinar matahari. Konsumsilah ramuan makanan ini setiap hari agar kulit selalu sehat dan jauh dari risiko kerusakan.

Itulah ulasan makanan pelindung kulit dari sinar matahari, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.

Leave a Reply